Senin, 30 Januari 2012

goresan pena

letihh...
aq sudah terlalu letih untuk semua hal ini
aq ingin segera melihat ibunda dan ayahanda tersenyum bangga saat melihatqu
tapi..
sampai detik ini belum juga aq dapat membahagiakan mereka
gelar yang aq sandang hanyalah menambah beban batin ini
keadaan yang sangat miris
gelar sudah seperti sebuah cemilan yang siapa saja memiliki dan dapat membelinya kapan pun ia mau
banyak yang memperoleh gelar
tapi..
semakin sulit pula mencari pekerjaan, begitulah hal yang saat ini aq hadapi

ibu...
ayahh...
maafkan ananda mu ini yang sampai detik ini belum juga menjadi seperti yang kalian inginkan
ananda mu ini selalu berusaha koq untuk dapat membahagiakan kalian...
senyuman dari ibu dan ayah lah yang selalu ingin aq liat... 
terutama dari senyummu ibuu....
aq bangga dilahirkan menjadi anak ibu
aq bangga dilahirkan menjadi anak ayah

sayang kalian selalu :) ....



Minggu, 29 Januari 2012

ARTI CINTA

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti  CINTA, lalu satu demi satu mereka menjawab...

Bumi menjawab :
"CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang di injak dan di hinakan, tetapi ia tak peduli. CINTA hanya memberi, dan itu sajalah inginnya."

Air menjawab:
"CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan."

Api menjawab:
"CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan."

Angin menjawab:
"CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa."

Langit menjawab:
"CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa CINTA itu bahagia yang biru, atau derita yang kelam kelabu."

Matahari menjawab:
"CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati."


Pohon menjawab:
"CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah, dan berbunga indah."

Gunung menjawab:
"CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara."

Lalu, aku bertanya pada CINTA :
"wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??"

....................