Sabtu, 21 April 2012

Surat untuk Calon Ibu MertuaQ

Assalammu'alaikum Wr Wb...

Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja...

Saya bukanlah Aisyah ra.
Seorang yang utama dalam ketakwaannya...

Bukan pula Fatimah Az Zahra
Yang sangat utama dalam ketabahannya...

Tidak pula seperti Zulaikha
Yang teramat sangat cantiknya...

Apalagi Al Khansa
Yang sangat pandai mendidik mujahid-mujahid kecilnya...

Tapi...
Seperti yang saya katakan... saya hanya wanita biasa...
Dengan ketakwaan yang biasa...
Ketabahan yang tak seberapa...
Dan kecantikan saya pun tak pantas diperhitungkan...

Namun ibu...
Saya adalah wanita akhir zaman...
Yang punya cita-cita, menjadi wanita Sholehah...
Yang akan berusaha mengabdi pada calon suamiQ...
dan juga padamu... calon ibu mertuaQ...
Saya bukanlah musuh mu yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu...
Tapi saya akan menjadi rekanmu untuk memberikan kasih sayang pada anakmu...

Engkau tak perlu khawatir ibu...
Saya tak akan memonopoli perhatian anakmu...
Justru saya akan menjadikannya lebih taat padamu...
Karena akan saya katakan padanya bahwa...
Engkaulah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu saya...

Saya pun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga Q...
Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah saya belajar darimu yang berlimbah pengalaman...
Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu...

Duhai calon ibu mertuaQ...
Saya harap bisa menjadi rekan yang baik...
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara Q dan anakmu...
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan-kejutan dari perbedaan antara kami...

Saya berharap engkau dapat menjadi penasehat jika Q sedang dalam ke alpaan...
Menjadi pendengar yang setia, saat saya ingin berbagi...

Karena sekali lagi saya bukanlah Siti Hajar yang sabar dalam penderitaan.... :)

Ketika Aku Memilihmu Karena Allah

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku...
Ingin Q beri tahu padamu...
Q hidup dan besar dari keluarga bahagia...
Orang tua yang begitu sempurna...
Dengan cinta yang begitu membuncah...
Aq dibesarkan dengan limpahan kasih yang tak terhingga...

Maka, padamu Q katakan...
Saat Allah memilihmu dalam hidupQ...
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaQ...
Memperlakukan dengan sayang yang begitu indah...

Padamu yang Allah pilihkan untukQ...
Ketahuilah, Q hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriQ...
Q bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan...

Maka, ketika Dia memilihmu untukku...
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dengan keberadaanmu...
Dan Q tahu...
Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna...
Dan Q berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu...
Karena kelak kita akan satu...
Aibmu adalah aibQ, dan indahmu adalah indahQ...
Kau dan Q akan menjadi "kita"...

Padamu yang Allah tetapkan sebagai nahkodaQ...
Ingatlah...
Q adalah makhlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok...
Ada kalanya Q akan begitu membuatmu marah...
Maka, ketahuilah...
Saat itu Dia menghendaki kau menasehatiQ dengan hikmah...
Sungguh hatiQ tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan...
Namun jangan kau coba meluruskanQ, karena Q akan patah...

Tapi jangan pula membiarkanQ begitu saja, karena akan selamanya Q salah...
Namun tatap mataQ, tersenyumlah...
Tenangkan Q dengan genggaman tanganmu...
Dan nasehati Q dengan bijak dan hikmah...
Niscaya, kau akan menemukanQ tersungkur menangis di pangkuanmu...
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiQ...

Senin, 09 April 2012

kelamnya malam tak mampu menghalau rasa risauqu
bulir bulir air mata tak pula mampu menghalau rasa gundahqu
aq bosan dengan rasa ini
yang slalu hadir menghantuiqu
rasa takut akan kehilangan perhatian darimu
rasa takut akan kehilangan sayang darimu
rasa takut akan janji janji mu terhadapqu yang akan kau ingkari
terlebih rasa takut akan kehilangan dirimu

apakah harus aq mengacuhkan dirimu agar tidak terpaku dengan rasa rasa ini
ataukah aq harus menghilangkan segala hal tentang dirimu

tapi aq tak yakin dapat melakukan itu semua
karena aq terlalu sayang kamu........
setelah matahari
setelah langit
yang cerah selanjutnya adalah sebuah harapan
dan salah satu harapan d hidup aq adalah kamu
tapi saat ini,, seiring detik demi detik yang tlah pergi harapan qu pun semakin pudar..
mimpi mimpi yang dulu kamu bangun.. kamu juga yang memusnahkannya
perjuangan 4 thn pun seakan gak ada arti lagi d matamu

aq bosan berada d zona abu-abu seperti ini
aq ingin ketegasan dan kejelasan darimu
walaupun itu pahit

aq mohon... jangan buai aq dengan sikap diammu ini

Senin, 30 Januari 2012

goresan pena

letihh...
aq sudah terlalu letih untuk semua hal ini
aq ingin segera melihat ibunda dan ayahanda tersenyum bangga saat melihatqu
tapi..
sampai detik ini belum juga aq dapat membahagiakan mereka
gelar yang aq sandang hanyalah menambah beban batin ini
keadaan yang sangat miris
gelar sudah seperti sebuah cemilan yang siapa saja memiliki dan dapat membelinya kapan pun ia mau
banyak yang memperoleh gelar
tapi..
semakin sulit pula mencari pekerjaan, begitulah hal yang saat ini aq hadapi

ibu...
ayahh...
maafkan ananda mu ini yang sampai detik ini belum juga menjadi seperti yang kalian inginkan
ananda mu ini selalu berusaha koq untuk dapat membahagiakan kalian...
senyuman dari ibu dan ayah lah yang selalu ingin aq liat... 
terutama dari senyummu ibuu....
aq bangga dilahirkan menjadi anak ibu
aq bangga dilahirkan menjadi anak ayah

sayang kalian selalu :) ....



Minggu, 29 Januari 2012

ARTI CINTA

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti  CINTA, lalu satu demi satu mereka menjawab...

Bumi menjawab :
"CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang di injak dan di hinakan, tetapi ia tak peduli. CINTA hanya memberi, dan itu sajalah inginnya."

Air menjawab:
"CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan."

Api menjawab:
"CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan."

Angin menjawab:
"CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa."

Langit menjawab:
"CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa CINTA itu bahagia yang biru, atau derita yang kelam kelabu."

Matahari menjawab:
"CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati."


Pohon menjawab:
"CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah, dan berbunga indah."

Gunung menjawab:
"CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara."

Lalu, aku bertanya pada CINTA :
"wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??"

....................